Sunday, 29 December 2013

Renai Kinshi Jourei, Sebuah Setlist Penuh Kenangan

Halo semuanya! Tidak terasa setlist pertama Team J JKT48 "Renai Kinshi Jourei" atau "Aturan Anti Cinta" telah berlangsung selama 1 tahun 2 hari; dari 26 Desember 2012 hingga 28 Desember 2013. Aku bersyukur dapat menghadiri show terakhirnya – yang juga menjadi show terakhir Ci Stella – semalam. Show semalam benar-benar sempurna. Baik penonton maupun penampil semuana all-out. Memuaskan. 

Setlist ini sendiri punya banyak arti buatku. Aku baru mengenal JKT48 setelah Pajama Drive Gen. 1 berakhir dan benar-benar suka saat dua bulan pertama setlist RKJ dimainkan. Pada awalnya tentu aku berkata, “Pajama Drive jauh lebih enak dari RKJ, seru bisa banyak nge-chant-nya.” Ya mungkin karena saat itu aku baru pernah dengerin lagu-lagu Pajama Drive secara repetitif.

Pada akhirnya toh aku udah nonton RKJ sebanyak 11 kali; bisa dibilang sebulan sekali sejak benar-benar suka JKT48. Kadang aku bingung apa yang membuat aku menarik kata-kataku sendiri, tapi akhir-akhir ini, setelah mendengarkan MC dari para anggota JKT48, baik Team J maupun K, aku sadar.

Ya, RKJ adalah setlist yang dewasa. Jika aku diminta menggambarkannya dalam satu kata, anggun adalah kata yang tepat. RKJ tidak sekedar menghibur, RKJ harus dapat menyampaikan pesan dan cerita dari sebuah setlist dengan permainan emosi dan ekspresi. Kinal mengatakan saat senshuuraku, “Pasti awalnya pada bingung RKJ nggak banyak bisa nge-chant.” Aku langsung berteriak, “Nah, bener banget!” Kinal melanjutkan, “Kadang kita bingung kok kalo kita tampil tapi sepi. Jadi kita harus bisa menyampaikan pesan dari lagunya agar kalian juga menikmati. Dan akhir-akhir ini aku sering liat banyak mulut-mulut yang nyanyi bareng. Itu salah satu bentuk chant kalian untuk RKJ.” (Maaf ya Kinal kalau ada salah pengutipan.)

Wow. Kinal really hit the spot. Seketika merasa dihargai juga. Kebetulan aku emang sering sing-along. Senang rasanya kalau memang apa yang kulakukan (atau kami) bisa menjadi salah satu bentuk penyemangat. Kuakui memang lirik lagu-lagu di RKJ mengandung makna yang dalam. Dan itulah yang membuatku jatuh cinta pada setlist ini – selain karena aku berkembang bersama setlist ini.

Show diawali dengan Cahaya Panjang, sebuah lagu yang manis dengan gerakan yang juga manis, namun terkadang aku berpikir makna dari lagu ini sangatlah sedih (aku selalu berpikir bahwa lagu ini menggambarkan seseorang yang ditinggal mati oleh kekasihnya, benar gak?. Setelah diawali dengan lagu yang kalem (dan karenanya chant-nya jadi ikutan kalem), kami dibawa untuk semangat dengan Di Tengah Hujan Badai Tiba-Tiba, salah satu lagu JKT48 dengan chant tercepat (tempo) yang kutahu. Semangat ini berlanjut dengan dua lagu tanpa chant mix dengan seifuku favoritku: Gadis SMA Putri Tidur, sebuah lagu yang ceria, dan Jatuh Cinta Setiap Bertemu Denganmu, sebuah lagu manis yang asik buat furicopy dan cukup menurunkan tempo sebelum MC.

Unit di RKJ mungkin tak seberagam dan sekontras unit di Pajama Drive. Semuanya masih bertemakan wanita dan cinta. Sesi unit dimulai dengan Malaikat Hitam. Satu kata: gothic. Lagu ini mencampurkan tampilan yang anggun dan seksi dalam nuansa gothic. Para penampil favoritku adalah Rica, Beby, Gaby, dan Melody. Unit kedua adalah Virus Tipe Hati. Satu kata: IMUT! Lagu ini jadi unit favoritku karena paling seru, lucu, dan ada chant “AYANA! AYANA!” haha. Para penampil favoritku adalah Sonia, Haruka, Rena, dan Ayana tentunya. Sesi unit dilanjutkan dengan Aturan Anti Cinta. Satu kata: anggun. Mungkin para penampil yang cocok untuk unit ini diambil dari unit yang bernuansa hampir sama di Pajama Drive: Prinsip Kesucian Hati. Trio Stella, Beby, dan Veranda tak terkalahkan di unit ini, walau Delima terkadang mengisi dengan tak kalah baiknya. Selanjutnya adalah Tsundere! Satu kata: alay (well, nuansa lagunya begitu sih...). Mungkin ini adalah unit yang paling bingung untuk dinikmati karena benar-benar hampir nggak ada chant sama sekali. Tapi aku suka lagunya, seru dan lucu. Sebenarnya di unit ini penampil favoritku hanya ada dua: Sendy dan Dhike, namun anggota lain yang mengisi juga tidak kalah bagus. Oh ya, aku pernah membaca sebuah komentar di Youtube bahwa Tsundere! milik JKT48 lebih baik dari AKB48. Sesi unit diakhiri dengan Mawar Natal Musim Panas. Satu kata: manis. Lagu, kostum, dan nuansanya benar-benar manis. Aku kadang tidak perduli siapapun yang membawakan unit ini. Unit ini selalu menyenangkan untuk dinikmati.

Setlist berlanjut dengan Switch. Lagu yang sangat seksi dari segi irama. Lagu yang seringkali membuat aku merindukan RKJ, khususnya di bagian “Tubuh ini tidak akan pernah bisa berbohong” oleh Ayana. Selanjutnya ada 109. Satu dari dua lagu yang kurang mengena buatku di RKJ karena dinyanyikan full team. Berikutnya adalah lagu paling legendaris: Jejak Awan Pesawat. Ya, ini adalah lagu yang benar-benar... berarti. Penonton bisa chant, penonton bisa sing-along, dan penonton bisa ikut memutar-mutarkan lighstick. Makna lagu yang dalam dan sedih namun dikemas dengan irama yang ceria, khas dari JKT48, benar-benar membawa penonton ikut masuk dalam suasana lagu. Lagu terakhir sebelum encore adalah Sneakers Waktu Itu, sebuah lagu yang sangat pas untuk pendinginan.

Encore dimulai dengan lagu yang sangat seru, penuh chant: JKT Tiba! Setelah rehat sejenak, semangat dan suara dari para penonton sudah kembali terisi dan terluapkan di lagu ini. Koreo yang bertenaga serta irama yang cepat turut memompa semangat.  Selanjutnya adalah Tarikan Nafas Air Mata. Satu dari dua lagu yang kurang mengena karena alasan yang sama. Setlist pun ditutup dengan Teriakan Berlian, sebuah lagu yang telah populer terlebih dahulu dan lebih familiar bagi penonton sehingga semangat pun terpompa kembali.

Dan kini semua itu telah berakhir. Setlist yang kucintai, yang penuh makna dan kenangan. Aku pasti akan merindukan ini semua. Terlalu panjang mungkin jika kujelaskan. Aku menjadi penggemar JKT48, khususnya Team J, karena setlist ini. Terimakasih untuk seluruh anggota Team J (dan juga para Trainee) yang telah membawakan setlist ini dengan baik. Mungkin akan ada yang berkata kalau penampilan kalian jauh dari versi AKB48, tapi itu tak mengapa bagiku. Tanpa maksud menyinggung, aku penggemar JKT48, bukan AKB48. Team J lah yang membuatku tahu dan menyukai setlist RKJ, bukan Team A. Jadi bagiku, kalian telah membawakan setlist ini dengan sangat baik, karena orang awam – setidaknya bukan penyuka AKB48 – sepertiku dapat menikmati dan menerima pesan dari lagu-lagu dalam setlist ini.

Senshuuraku kalian berjalan dengan sangat baik, walau sayang tidak dapat diikuti oleh seluruh anggota Team J. Line-up yang diturunkan pun tidak main-main; bisa dibilang, kalau dalam sepakbola, tim inti lah yang diturunkan. Semuanya tampil all-out. Kapan lagi aku bisa melihat Kinal ikut chant bersama para fans, walau sekedar “Oy oy!”? Dan akibatnya, penonton juga all-out. Tentu, kami juga ingin membuat show penutup ini berkesan, baik untuk Team J maupun sebagai perpisahan bagi Ci Stella. Terimakasih atas penampilan yang sangat keren dan menghibur.

Mungkin sekian tulisanku mengenai setlist penuh kenangan ini. Akhir kata, terimakasih Team J yang telah mewarnai hidupku dalam setahun ini. Semoga kalian terus berkembang menjadi lebih baik dan kompak. Suskes untuk setlist baru kalian.

Dan Ci Stella, semoga tetap sukses di luar sana. Terimakasih telah menjadi ikon dari setlist RKJ bagiku.

2 comments:

  1. walaupun cuma pernah liat di konser, n gak pernah tau n bener2 lihat RKJ secara live, tapi waktu baca ini serasa kebawa masuk dalam theater, feel nya dapet :)
    makasih buat artikelnya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, baru sempat baca komentarnya, sykurlah kalau bisa berarti bagi orang lain. Makasih banyak! :)

      Delete